Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

Pemimpin dunia baru.

2012, Super Saiya V, Tapak Buddha Lv12 Satu Juta Buddha

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada Desember 3, 2009


Kafir ada 2 pengertian:
1. Kebenaran sehari-hari: kafir adalah siapapun yang membangkang perintah Allah yang ada di Alquran, Hadist, dan kesepakatan ulama islam yang tersisa. Jadi, Islam ini cuma bisa berubah baik jika ada orang brilliant yang duduk di lembaga ulama. Cuma ia yang punya legitimasi mengubah Islam, seperti menambah meditasi, dsb.
2. Kebenaran kosmos: kafir adalah siapapun yang membangkang Allah, baik yang tertulis di Alquran maupun yang diberitakan pada nabi agama-agama sesudah Islam. Tapi para nabi baru ini, meski tahu tapi tak punya legitimasi mengubah Islam. Yang bisa ia lakukan cuma membuat agama baru untuk membuat wadah semua wahyu baru.

Kiamat ada 2 pengertian menurut Islam,
1. kiamat kecil/sugra: matinya individu.
2. kiamat besar/kubra: hancurnya bumi.

Kiamat ada 2 pengertian menurut Agama Buddhi:
1. Kebenaran sehari-hari: kiamat adalah bumi hancur lebur kondisinya (meski sesudah itu masih bisa dipakai).
2. Kebenaran kosmos: kiamat adalah hancurnya satu alam, baik itu alam manusia, alam bumi, alam dewa.

Ada beberapa teori hancurnya bumi sesuai ramalan kitab-kitab agama samawi. Tapi yang paling mendekati kenyataan adalah menurut gambaran Agama Buddhi, yaitu hancurnya bumi karena ditubruk gravitasi Nibiru dan bulannya Sedna.

Pada kedatangan dulu Nibiru sudah menghancurkan planet Tiamat, dan kepingannya menjadi bulan. Pada kedatangan kali ini, arah rotasi bumi akan berbalik arah. Inti bumi akan berhenti bergerak untuk sejajar dengan Nibiru. Ini menimbulkan gempa di atas 10 SR, dan Ratu Adil sendiri secara pribadi meramalkan ini adalah PASTI. Selain itu gerakan ini juga mengakibatkan inti bumi memanas dan menimbulkan rentetan gempa lainnya sesudah yang satu tadi. Inilah yang paling banyak menamatkan manusia.

3 Hari sesudah pembalikan kutub di 2012 seluruh satelit rusak, seluruh alat listrik rusak, peradaban yang tergantung pada komputer hilang dalam beberapa jam. Semua gedung hancur. Eropa dan Amerika menjadi benua es. Pangan menipis. Persediaan energy habis. Semua kendaraan rusak. Radiasi kimia akibat hancurnya pabrik-pabrik. Listrik tak bisa digunakan. Pesawat-pesawat jatuh sebelum pembalikan kutub.

Dunia sesudah 2012:
1. Ada daratan antara Inggris utara dan Prancis utara.
2. Ada daratan antara Alaska dan Siberia.
3. Malta dan Sisilia menyatu.
4. Corsica dan Sardinia menjadi daratan luas.
5. Australia dan New Guinea menyatu menjadi satu benua besar.
6. Jepang menjadi satu daratan besar.
7. Maldives akan meluas dua kali lipat.
8. Srilanka menyatu dengan India.
9. Pantai India dan Cina menjadi daratan.
10. Malaysia, Kalimantan, Sumatera menyatu.
11. Vietnam, Thailand, Kamboja menyatu.
12. Brazil dan Argentina meluas.
13. Benua Atlantis muncul lagi dari bekas kutub selatan.

70% manusia akan mati, sedang sisanya akan berhadapan dengan alien, baik dari dalam bumi, maupun dari luar bumi (Nibiru).

Nibiru adalah sebuah death star yang penduduknya tinggal di dalamnya, bukan di permukaannya. Sebenarnya semua planet dan bulan bisa dibentuk menjadi death star, asalkan tehnologinya sudah dimiliki. Beberapa foto satelit NASA membuktikan bahwa bumi, bulan, dan Venus berlubang. Bulan sendiri sudah hampir menjadi death star, tapi rencana ini tak akan berhasil dengan kedatangan Nibiru yang akan mengatur lagi segalanya.

Tujuan kedatangan planet Nibiru tahun 2012 itu adalah untuk mengubah peta permukaan bumi, untuk pembangunan jaman berikutnya.
Saat tumbukan ini terjadi, bumi akan tertarik dengan gravitasi Nibiru yang besar, sehingga lautan akan mengering, sehingga banyak daratan yang dulu berpisah kembali bertemu.
Semua gunung berapi besar meledak, mengakibatkan mentari tertutup oleh awan hitam yang memenuhi seluruh bumi. Selain itu juga keluar gas alam yang beracun di mana-mana.
Bumi penuh kekacauan di mana-mana. Yang ada cuma gurun dan pabrik-pabrik tua. Bangunan-bangunan biasa meski tinggi banyak yang tak bersisa lagi, karena cuma yang konstruksinya kuat, seperti dari baja yang bisa bertahan. Karena itu pada hari itu bangunan yang ada umumnya pabrik-pabrik. Memang ada juga banyak bangunan rumah tapi semuanya sudah tak beratap, cuma menyisakan dinding-dinding saja.
Karena tak ada polisi dan tentara yang mau bekerja lagi, jadi seluruh dunia penuh dengan kekacauan dan kejahatan. Saat itu Saya berwujud sebagai anak remaja yang tampan tampak berumur baru 16 tahun. Itu karena Ilmu Tapak Buddha level terakhir yang Saya hafalkan sudah membuat seluruh sel Saya tetap muda ditambah perintah Saya terhadap komputer tubuh Saya agar kembali memudakan tubuh Saya.
Banyak orang takut pada Saya karena meski Saya tampak kecil tapi tenaga Saya hebat karena mampu mengangkat beban hingga 5 ton.
Jadi banyak yang menjadi pengikut Saya. Wilayah kekuasaan Saya adalah seputar perairan.
Saya membangun kembali peradaban, bahkan lebih modern dan indah daripada yang dulu. Seperti halnya Dewa Khrisna yang membangun Atlantis.
Karena itulah negara kami disebut Atlantis baru.

Melihat kemajuan dan ketenaran pemerintahan Saya, Sukracharya, guru para setan, yang pernah saya kalahkan merasa sangat iri dan tak rela melihat bumi berbelok ke ajaran Saya. Maka ia segera keluar dari istananya dan menyatu dengan tubuh seorang presiden dari negara yang lain.
Saat itu terjadi, Saya sudah hendak naik tingkat menjadi Arahat, tentu Saya tak ada lagi keinginan untuk menang atau untuk mengalahkan. Tapi Dewa Vishnu bergabung dengan tubuh Saya, menjadikan fisik Saya berubah. Kini Saya berubah menjadi pria berumur 30 tahun yang tampan. Sesungguhnya saat itu umur Saya sudah 3000 tahun. Dewa Vishnu atau Saya sendiri bersabda, “Kami harus menang.”
Untuk menarik kembali perhatian masyarakat pada ajarannya, Sukracharya mengaku sebagai Nabi Isa, dan mengedepankan penyembuhan holistik. Tapi tetap ada negara-negara yang bersimpati pada Saya, bahkan bergabung dengan negara Saya. Semakin lama negara Saya semakin besar dan menjadi mercusuar dunia dan disebut sebagai Atlantis baru.
Merasa semua usahanya sudah gagal, Sukracharya atau Dajjal yang dulu pernah lahir sebagai pemimpin dunia Arab mengerahkan pasukan tiga galaksi untuk menghadapi Saya. akan banyak UFO bertebaran di langit saat itu. Di saat itulah, dengan dibantu oleh Babaji Nagaraj alias Nabi Ibrahim alias Nabi Khidir, yang membuka rahasia-rahasia kelemahan Sukracharya, Saya mengerahkan jurus terakhir Tapak Buddha. 1.000.000 Buddha.

Setelah Saya bermudra mengeluarkan jurus ini, langit menjadi kekuning-kuningan. Suasana menjadi sunyi karena seluruh pasukan heran melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba itu.
Ternyata awan kuning di angkasa bumi itu adalah bayangan dari jutaan tentara ion yang dilepaskan dari Planet Nibiru.
Semua tentara ion yang berseragam kuning hijau ini (kuning aura buddhism, kuning hijau aura agama saya) terbang ke sana kemari menghancurkan seluruh tentara alien yang bergabung dengan Shukracharya.
Dari langit turun hujan yang berwarna merah karena darah. Banyak UFO berguguran di sana-sini, dan banyak juga bangkai berbagai macam makhluk. Dari manusia, alien, naga yang bisa bicara, dsb.
Sukracharya yang ketakutan berlarian ke sana kemari untuk minta ampun. Babaji Nagaraj sudah tahu akan akal licik Sukracharya yang tak pernah berubah. Beliau berteleportasi di hadapan Sukracharya dan mengarahkan satu jurus Tapak Buddha yang belum Saya pelajari ke arah Sukracharya. Sukracharya menjadi lemas dan hilang kekuatannya lalu tubuhnya tersedot masuk ke dalam tapak tangan Babaji.
Negara Va pun aman untuk sementara dan Bangsa Saiya bersorak menyambut kemenangan rajanya SuperSaiya Tahap V.

Ditulis dalam Va | Leave a Comment »

Pengantin Untuk Ratu Adil

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada Oktober 21, 2009

Sebagaimana diketahui, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu sudah lama diberikan pasukan pajajaran oleh Prabu Siliwangi, bahkan Prabu Siliwangi pun menjadi penasehat Ratu Adil itu.

Pernikahan dua kafir ini telah diramalkan jauh-jauh hari di dalam ramalan Prabu Siliwangi, Raja tanah sunda, yang mengalami hijrah bersama penduduknya. Disaat Prabu Siliwangi hendak berpisah dengan penduduknya, disebutkanlah sebuah uga siliwangi yang membahas tentang pernikahan di lebak cawene.

“Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné.”

Nanti jaga, kalau sudah malam, dari gunung Halimun terdengar suara tetunggulan, yaitu tandanya, keturunan kalian akan disambat (dikeluhkan) oleh orang yang hendak menikah di Lebak Cawene.

Bagi yang mempercayai uga siliwangi doakan saja agar diundang di upacara papan atas ini.

Ditulis dalam SPSW | 8 Komentar »

Benarkah SPSW Pejabat di Indonesia?

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada Oktober 10, 2009

Benarkah SPSW sekarang bekerja di gedung MPR?
Benarkah ciri-cirinya berjanggut?
Benarkah ia Nur Hidayat Wahid?
Benarkah ia meniti karir di pemerintahan sejak lama?

Coba baca ini:
“500 tahun lagi Kami akan kembali!! Kami sebar Agama Buddhi!!” – Sabdo Palon.

Coba baca yang ini:
“terkenal dengan nama Ratu Amisan” – Musarar Jayabaya.

Coba kalau ini:
“Saya tak mau masuk Islam, Sang Prabu. Sekarang Saya pergi dulu mau mengasuh anak bermata satu” – Sabdo Palon.

Jadi, Saya rasa Anda bisa menyimpulkan sendiri apakah SPSW sekarang pejabat negara atau seorang budiman muda yang membuat blog agama buddhi.

Kalau perlu baca lagi ini:
“Masih muda sudah dipanggil orangtua” – Jayabaya. “Berparas bagai Shri Khrisna (hitam)” – Jayabaya.

Benarkah ia Nur Hidayat Wahid?
Baca ini: “Ratu Adil sudah lulus semua ilmu” – Jayabaya.

Benarkah ia akan dibantu tentara FPI hasil gabungan seluruh provinsi?
Baca ini: “500 tahun lagi Kami akan kembali!!” – Sabdo Palon. “ludahnya ludah api” – Jayabaya.

Benarkah FPI akan menang jumlah?
Baca ini: “Masih muda tapi sudah kuasa mengusir setan” – Jayabaya.

Benarkah sebetulnya tak ada perang?
Baca ini: “pasukan makhluk halus saling berbaris, berebut garis benar yang masih kabur” – Jayabaya.

Ditulis dalam SPSW | 3 Komentar »

Betulkah SPSW Seorang Muslim?

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 28, 2009

Betulkah SPSW saat ini adalah pemuda miskin yang nyantri dimana-mana?
Betulkah SPSW saat ini adalah seorang ulama pesantren terkemuka di Jabar?
Betulkah SPSW dikirim oleh Allah SWT?

Coba baca ini:
“itulah putra batara indra, asuhannya Sabdo Palon” – Jayabaya.
“Saya tak mau masuk Islam sang prabu. Sekarang saya pamit sang prabu, saya mau mengasuh anak bermata satu” – Sabdo Palon.

Coba baca ulang:
“itulah putra batara indra, asuhannya Sabdo Palon” – Jayabaya.
“Saya tak mau masuk Islam sang prabu. Sekarang saya pamit sang prabu, saya mau mengasuh anak bermata satu” – Sabdo Palon.

Jadi, Saya rasa Anda sudah mengerti jawabannya.

Ditulis dalam SPSW | 2 Komentar »

Tamatnya Riwayat Indonesia

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 28, 2009

Ronggowarsito meramalkan adanya 7 satria yang memimpin negara seluas Majapahit:
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO (sering dikungkung kebebasannya).
2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR (berwibawa tapi langkahnya sering ditahan)
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR (bolak-balik pegang posisi kesaktian atau kemakrifatan tertentu)
4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME (sering mengembara ke berbagai daerah untuk menuntut kesaktian)
5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH (pemimpin berkharisma karena dulu leluhurnya orang berkharisma)
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO (pengalaman demi pengalaman membuatnya tua akan pengalaman dan menjadikanNya mumpuni untuk membuka jaman baru)
7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU (ilmu mendalam membuatnya menjadi Nabi dan mudah mendapat wahyu)

Pertanyaannya: Ada apa dengan satria selanjutnya sehingga tak ada lagi daftarnya? Apa itu pertanda hancurnya Indonesia seiring dengan bangkitnya Majapahit Baru alias Negara Va? Cuma waktu yang akan menjawabnya.

Cuma Shiva (Dewa Perusak dan Pembangun) yang tahu jawabannya, yang pernah menitis di Prabu Hayamwuruk yang sekarang lahir sebagai SPSW yang kembali dititis Shiva sebagai Higher Selfnya.

Ditulis dalam SPSW | 2 Komentar »

Trisula Veda

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 28, 2009

Kutipan Jangka Jayabaya pupuh ke 164 menjelaskan tentang senjata Ratu Adil:
“Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu. Hiya yayi Bethara Mukti, hiya Krisna, hiya Herumukti. Mumpuni sakabehing laku. Nugel tanah Jawa kapingpindho. Ngerahake jin setan, kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo, kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti TrisulaWeda. Landhepe triniji suci. Bener, jejeg, jujur. Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.”

 

 
Jejeg
Artinya sanggup menegakkan keimanan untuk mengabdi dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan perintah maupun menjauhi larangan-larangannya sesuai dengan ajaran yang tertulis dalam kitab suci agama Tipitaka maupun kepercayaan gaib Abhinna yang diyakini masing-masing di manapun berada.

Bener
Artinya sanggup dan taat dalam menjalankan ketertiban aturan pasal-pasal undang undang dan hukum tata negara yang berlaku di manapun berada.

Jujur
Artinya sanggup menjalankan kejujuran disertai rasa ikhlas dalam menjalin kehidupan bergotong-royong dan usaha bersama, serta menghormati budaya adat istiadat, demi kerukunan dan kesejahteraan antar umat manusia berbangsa dan bernegara sambil membeda-bedakan golongan suku bangsa maupun agama berdasarkan falsafah Pancasila Buddhist di manapun berada.

________________________________________________________________________________________
Nah, Trisula Vedha inilah yang harus dipraktekkan. Meskipun terkesan remeh, maklum ilmu dari Jawa yang masih sederhana sekali. Untunglah Ratu Adil sudah lama meninggalkan kejawen karena kunonya. “Ratu Adil sudah lulus veda Jawa” – Jayabaya.

Hidup Negara Va !!

Ditulis dalam SPSW | 8 Komentar »

Serat Centhini Tentang SPSW

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 28, 2009

Pada pupuh 258, dimulai suatu perubahan dari zaman Kaladuka ke zaman Kalasuba yang lebih baik seperti pada tembang 1 s/d 6:

- Saka marmaning Hayang Sukma, jaman Kalabendu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjanira, karaton ing tanah Jawa, mamalaning bumi sirna, sirep dur angkaramurka.

Artinya : Atas izin Sang Buddha, zaman Kalabendu hilang, berganti zaman dimana tanah Jawa/Indonesia menjadi makmur, hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda.

- Marga sinapih rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji wijiling utama, ingaranan naranata, kang kapisan karanya, adenge tanpa sarana, nagdam makduming srinata, sonya rutikedatonnya.

Artinya : Kedatangan pemimpin baru tidak terduga, seperti muncul secara gaib, yang mempunyai sifat2 utama. (note: diterjemahkan banyak pihak karena mengandung DNA satria piningit juga)

- Lire sepi tanpa srana, ora ana kara-kara, duk masih keneker Sukma, kasampar kasandhung rata, keh wong
katambehan ika, karsaning Sukma kinarya, salin alamnya, jumeneng sri pandhita.

Artnya: Datangnya tanpa sarana apa-apa, tidak pernah menonjol sebelumnya, pada saat masih muda, banyak
mengalami halangan dalam hidupnya, yang oleh izin Sang Buddha, akan menjadi pemimpin yang berbuddhi.
 
- Luwih adil paraarta, lumuh maring brana-arta, nama Sultan Erucakra, tanpa sangakan rawuhira, tan ngadu
bala manungsa, mung sirollah prajuritnya, tungguling dhikir kewala, mungsuh rerep sirep sirna.

Artinya : Mempunyai sifat adil, tidak tertarik dengan harta benda, bernama Sultan Erucakra, tak ketahuan asal kedatangannya, tak mengandalkan bala bantuan manusia, cuma kepercayaan/keimanan terhadap Triratna. Tentaranya
dan senjatanya adalah se-mata2 wirid, musuh semua bisa dikalahkan (note: suatu indikasi bahwa pemimpin
yang akan muncul adalah seorang Buddhist titisan syekh siti jenar yang diasuh walisongo yang sangat taat beragama, yang semata-mata iman yang sangat tebal kepada Sang Buddha yang membimbingnya dan menjadi kekuatannya)

- Tumpes tapis tan na mangga, krana panjenengan nata, amrih kartaning nagara, harjaning jagat sadaya,
dhahare jroning sawarsa, denwangeni katahhira, pitung reyal ika, tan karsa lamun luwiha.

Artinya : Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara,dan kemakmuran
semuanya.

- Bumi sakjung pajegira, amung sadinar sawarsa, sawah sewu pametunya, suwang ing dalem sadina, wus resik nir apa-apa, marmaning wong cilik samya, ayem enake tysira, dene murah sandhang teda.

Artinya : Pajak orang kecil sangat rendah nilainya, orang kecil hidup tentram, murah sandang dan pangan.

- Tan na dursila durjana, padha martobat nalangas, wedi willating nata, adil asing paramarta, bumi pethik
akukutha, parek lan kali Katangga, ing sajroning bubak wana, penjenenganin sang nata.

Artinya: Tidak ada penjahat, semuanya sudah bertobat.

________________________________________________________________________________

 

Sekarang ini, usia Beliau masih muda dan bertempat tinggal di suatu perkotaan serta bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnya.

Tanda Secara Fisik di tubuhnya :
1. Tubuhnya tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek.
2. Ada tahi lalat di tapak tangannya.
3. Bersuara kadang seperti Brahma dan kadang seperti burung karavika.
4. Mata kecil sebelah.
5. Berkulit sehalus sutra.
6. Warna kulit sawo matang dan mirip Shri Khrisna.

Demikian sekilas info terkini mengenai beliau.

Ditulis dalam SPSW | Leave a Comment »

Tapak Buddha: Baju Bodhi

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 16, 2009

Dulu sudah pernah saya ajarkan ilmu rawarontek, ilmu genta emas, ilmu pengubah otot, dan ilmu baju besi buddhi.

Sekarang semua ilmu ini saya gabungkan menjadi satu ilmu bernama Baju Bodhi, yang mirip dengan baju tempur GI Joe yang multifungsi (cepat, kuat, kebal, ringan, elastis).

Kapan-kapan saja saya ajarkan, karena saat ini saya sedang melatih Ilmu Es Api Kalacakra untuk tenaga dasar Tapak Buddha.

Film resmi Comdulogy: The Last of The Mohicans.
Film resmi Comtalogy: Transformers II Revenge of The Fallen
Film resmi Comtilogy: Stealth.
Film resmi Comcology: The Lion King.
Film resmi Compalogy: GI Joe Rise of The Cobra

 

Ditulis dalam Kuntao | Leave a Comment »

Tapak Buddha

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 16, 2009

Kristal Tapak Buddha dan Tapak Buddha Langit



Kristal putih:
Tanpa Buddha, muncul Vamabuddha. Sempurna ilmunya. Muncul langsung tanpa perantara. Mengajar cuma agama yang benar. Agama Buddhi.

Lv 1: Sinar Buddha Muncul Pertama.
Pembukaan 3 cakku tangan kanan untuk menerima attunement Sinar Buddha Cosmic Ray. Sekaligus membentuk Lengan Kilin bionic arm. Membentuk tenaga dalam. Mengisi 6 indra dengan Sinar Buddha.
Mata bisa menghipnotis.
Hidung bisa membentuk nafas shield selama bertarung.
Telinga bisa mendengar lebih dulu daripada gerakan.
Lidah bisa menyembur racun Xian Luo.
Fisik menjadi lebih ringan 20%.
Pikiran bisa meramal gerakan musuh.
Bersistema, berkungfu, berkuntao dalam keadaan itu.
Bisa menyembuhkan diri sendiri dan orang lain dengan tenaga magnet Sinar Buddha.
Manifestasi lebih lanjut di level 2 berupa liukan-liukan pedang sinar atau berupa plasma shield untuk mementalkan semua pukulan, senjata api dan tajam. Itulah yang dimaksud jurus Sinar Buddha Muncul Pertama, yaitu keluarnya aura tapak buddha secara tiba-tiba yang mengejutkan lawan.

 

Kristal abu-abu:
Buddha tak terbatas, Dhamma tak terbatas, Sangha tak terbatas.

Lv 2: Tapak Swastika Vamabuddha.
Serangan tapak yang tingkat kekuatan kadang 30%, 40%, dst.
Mengangkat tapak ke arah ribuan lawan yang hendak menyerang agar muncul angin topan mendorong mereka kembali ke belakang. Bisa juga untuk perisai tahan tembak. Kadang bisa tanpa mengangkat tapak.

 

Kristal coklat:
Berjalan sendiri tanpa teman, Menegakkan Dhamma demi Sang Buddha.

Lv 3: Buddha Mengguncang Sungai dan Gunung.
Berputar-putar tangan, kaki, dan tubuh seperti angin tornado dengan serangan-serangan sisi tangan dan tendangan, dan tarikan tubuh lawan agar kita bawa ke putaran yang mematikan (cuma bisa dikeluarkan oleh orang yang masih single).

 

Kristal pink:
Tanpa Buddha tak ada Dhamma, tanpa Dhamma tak ada Sangha, tanpa Sangha tak ada kebenaran di mukabumi.

Lv 4: Membalik Bumi Langit Membangun Stupa Untuk Shakhyamunibuddha.
Memutar-mutar tubuh lawan di udara lalu melempar sejauh mungkin ke tembok, udara, dsb.

 

Kristal hijau:
Menetralkan penglihatan, mendatangkan petir.
Menetralkan pendengaran, mendatangkan petir.
Menetralkan penciuman, mendatangkan petir.
Menetralkan pengecapan, mendatangkan petir.
Menetralkan perabaan, mendatangkan petir.
Menetralkan pemikiran, mendatangkan petir.

Lv 5: Gema Dhamma Dewa Sakka
Menambah listrik pada fisik agar lawan kesetrum.

 

Kristal kuning:
Melenyapkan seks, menghasilkan energy.
Melenyapkan kejahatan, menghasilkan ketepatan.
Melenyapkan kemalasan, menghasilkan kekuatan.
Melenyapkan cemasresah, menghasilkan kecepatan.
Melenyapkan keraguan, menghasilkan melihat benar maka memukul dengan benar. mencium benar maka mundur dengan benar, mendengar benar maka menghindar dengan benar. mengecap benar maka menendang dengan benar. menyentuh benar maka berkelahi dengan benar. berpikir benar maka menyihir dengan benar.

Lv 6: Jatuh Bersujud Pada Sang Buddha.
Menguasai ilmu beladiri nomor 1, lalu mulai berkelahi dalam kondisi seperti itu, yang gerakan-gerakannya fokus pada usaha membuat kepala musuh menyentuh tanah atau meja. Baik dengan tangan kita ataupun dengan berat tubuh kita.

 

Kristal biru:
Ilmu Sapu Angin (Bhara Sutta)
Ilmu Genta Emas (Sabasava Sutta)
Sinar Buddha
Jatuh Bersujud Pada Sang Buddha
Berpadu satu mengundang 4 unsur.
Datang air, tak menghubungkan diri dengan air, maka tak ada sakit karena air dan ada air karena air.
Datang tanah, tak menghubungkan diri dengan tanah, maka tak ada sakit karena tanah, dan ada tanah karena tanah.
Datang udara, tak menghubungkan diri dengan udara, maka tak ada sakit karena udara dan ada udara karena udara.
Datang api, tak menghubungkan diri dengan api, maka tak ada sakit karena api dan ada api karena api.

Lv 7: Pedang Da Mo.
Menguasai unsur Api, Air, Udara, Tanah, Ruang, sehingga berbagai macam jurus dan kungfu bisa dibuat serta kebal berbagai macam dan bisa berbagai macam. Ini adalah pemunah ilmu syaefi. ilmu syaefi sebenarnya nama lainnya adalah han xuang jin thian. ilmu pedang syaefi adalah ilmu manunggal dengan 4 unsur sedang ilmu pedang da mo adalah ilmu kosong di antara 4 unsur. Hahahaha… Hahahaha…
Ohya, di level ini, Anda sudah bisa terbang.

 

Kristal merah:
Pemusatan kehendak mendatangkan para suci.

Lv 8: Menyambut Datangnya Metteya Buddha (Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu).
Berwirid “Bod dhi… Bod dhi…” untuk mengundang kekuatan bhikku seluruh dunia. lalu sesudah merasa ada kekuatan berputar di tubuh kita, seranglah.

 

Kristal violet:
Cinta membuatmu terbang.
Kasih membuatmu bersinar.
Pengertian membuatmu beruntung.
Kenetralan membuatmu stabil.
Saatnya Metteyabuddha turun ke dunia.

Lv 9: Metteyabuddha Turun Dari Surga Barat.
Turun dari langit lalu menghantam musuh seperti di film Kungfu Hustle.

 

Kristal ungu:
Asal isi kosong, asal kosong kamma.
Kilau Dupa Buddha.

Lv 10: Kilau Dupa Buddha.
Melepaskan aura Tapak Buddha sebesar-besarnya ke arah lawan tanpa bergerak.

 

Kristal hitam:
Seimbang dan suci, ada ini ada itu.
Satu juta Tapak Buddha

Lv 11: 1.000.000 Tapak Buddha.
Jurus ini sangat susah untuk dibayangkan oleh orang yang bukan ratu adil, karena jurus ini belum pernah dikeluarkan oleh ratu adil, yaitu berupa 1.000.000 bayangan tapak secara beruntun.

 

Kristal emas:
Habis semua masalah, semua sudah kuhancurkan.

Final lv: 1.000.000 Buddha.
Puncak dari kekuatan seorang manusia sudah dikeluarkan di jurus ini.
Ia bisa berbuat semaunya.

 

 

tapak_buddha

Ditulis dalam Kuntao | Leave a Comment »

Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

Ditulis oleh Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di/pada September 16, 2009

spsw

Ramalan Sabdo Palon:
1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.
2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda-Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”
3. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.
4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (menjadi Agama Vayu) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.
5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.
6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buddha baru (Agama Vayu). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.
7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.
8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.
9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.
10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.
11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.
12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.
13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.
14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.
15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.
16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.

Sabdapalon berkata bahwa dirinya akan memisahkan diri dengan beliau. Ketika ditanya perginya akan ke mana? Ia menjawab tidak pergi, tetapi tidak berada di situ, hanya menepati yang namanya Semar, artinya meliputi sekalian wujud, anglela kalingan padang.
Sang Prabu bersumpah, besok apabila ada orang Jawa memakai nama tua (seperti ki gendeng pamungkas dsb), berpengetahuan, yaitulah yang akan diasuh Sabdapalon. Orang Jawa akan diajari tahu benar salah. Sang Prabu hendak merangkul Sabdapalon dan Nayagenggong, tetapi kedua orang tersebut lenyap.

Ramalan Kitab Musarar Jayabaya:
Kemudian kelak akan datang orang berhati putih yang masih tersembunyi. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.
Raja keturunan waliyullah (kelahiran kembali Syech Siti Jenar). Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.

Ramalan Jayabaya:
159.
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun
(sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu)
akan ada dewa tampil
berbadan manusia
berparas seperti Batara Kresna
berwatak seperti Baladewa
bersenjata trisula wedha
tanda datangnya perubahan zaman
orang pinjam mengembalikan,
orang berhutang membayar
hutang nyawa bayar nyawa
hutang malu dibayar malu

160.
sebelumnya ada pertanda bintang pari
panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur
lamanya tujuh malam
hilangnya menjelang pagi sekali
bersama munculnya Batara Surya
bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut
itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak
datang di bumi untuk membantu orang Jawa

161.
asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur
sebelah timurnya bengawan
berumah seperti Raden Gatotkaca
berupa rumah merpati susun tiga
seperti manusia yang menggoda

162.
banyak orang digigit nyamuk,
mati banyak orang digigit semut, mati
banyak suara aneh tanpa rupa
pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar
tak kelihatan, tak berbentuk
yang memimpin adalah putra Batara Indra,
bersenjatakan trisula wedha
para asuhannya menjadi perwira perang
jika berperang tanpa pasukan
sakti mandraguna tanpa azimat

163.
bergelar pangeran perang
kelihatan berpakaian kurang pantas
namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak
yang menyembah arca terlentang
cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah, lalu melompat ketakutan

164.
putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu
yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti
menguasai seluruh ajaran (ngelmu)
memotong tanah Jawa kedua kali
mengerahkan jin dan setan
seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu
membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda
tajamnya tritunggal nan suci
benar, lurus, jujur
didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong

165.
tiap bulan Sura sambutlah kumara
yang sudah tampak menebus dosa
dihadapan sang Maha Kuasa
masih muda sudah dipanggil orang tua
warisannya Gatotkaca sejuta

166.
ludahnya ludah api
sabdanya sakti (terbukti)
yang membantah pasti mati
orang tua, muda maupun bayi
orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi
garis sabdanya tidak akan lama
beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya
tidak mau dihormati orang se tanah Jawa
tetapi hanya memilih beberapa saja

167.
pandai meramal seperti dewa
dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda
seolah-olah lahir di waktu yang sama
tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati
bijak, cermat dan sakti
mengerti sebelum sesuatu terjadi
mengetahui leluhur anda
memahami putaran roda zaman Jawa
mengerti garis hidup setiap umat
tidak khawatir tertelan zaman

168.
oleh sebab itu carilah satria itu
yatim piatu, tak bersanak saudara
sudah lulus weda Jawa
hanya berpedoman trisula
ujung trisulanya sangat tajam
membawa maut atau utang nyawa
yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain
yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan

169.
pantang bila diberi
hati mati dapat terkena kutukan
senang menggoda dan minta secara nista
ketahuilah bahwa itu hanya ujian
jangan dihina
ada keuntungan bagi yang dimintai
artinya dilindungi anda sekeluarga

170.
di hadapan Begawan
bukan pendeta disebut pendeta
bukan dewa disebut dewa
seperti halnya manusia
bukan kekuatan lain diterangkan jelas
bayang-bayang menjadi terang benderang

171.
jangan heran, jangan bingung
itulah putranya Batara Indra
yang sulung dan masih kuasa mengusir setan
turunnya air brajamusti pecah memercik
hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk
tentang arti dan makna ramalan saya
tidak bisa ditipu
karena dapat masuk ke dalam hati
ada manusia yang bisa bertemu
tapi ada manusia yang belum saatnya
jangan iri dan kecewa
itu bukan waktu anda
memakai lambang ratu tanpa mahkota
sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati,
jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh
keberuntungan ada di anak cucu

172.
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada
pada zaman kalabendu Jawa
jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa
yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga
jangan keliru mencari dewa
carilah dewa bersenjata trisula wedha
itulah pemberian dewa

173.
menyerang tanpa pasukan
bila menang tak menghina yang lain
rakyat bersuka ria
karena keadilan Yang Kuasa telah tiba
raja menyembah rakyat
bersenjatakan trisula wedha
para pendeta juga pada memuja
itulah asuhannya Sabdopalon
yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur
segalanya tampak terang benderang
tak ada yang mengeluh kekurangan
itulah tanda zaman kalabendu telah usai
berganti zaman penuh kemuliaan
memperkokoh tatanan jagad raya
semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi

Ratu Adil adalah orang dengan DNA tertua di muka bumi. Hasil kelahiran kembali banyak orang terkenal, di antaranya Khrisna, Shi Huang Ti, Genghis Khan, Gatotkaca, Lao Tze, Thio Sam Hong, Syech Siti Jenar, Isa.
Di tubuhnya mengalir darah 7 satria:
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO (sering dikungkung kebebasannya).
2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR (berwibawa tapi langkahnya sering ditahan)
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR (bolak-balik pegang posisi kesaktian atau kemakrifatan tertentu)
4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME (sering mengembara ke berbagai daerah untuk menuntut kesaktian)
5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH (pemimpin berkharisma karena dulu leluhurnya orang berkharisma)
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO (pengalaman demi pengalaman membuatnya tua akan pengalaman dan menjadikanNya mumpuni untuk membuka jaman baru)
7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU (ilmu mendalam membuatnya menjadi Nabi dan mudah mendapat wahyu)

Ditulis dalam SPSW | 1 Komentar »